Peduli akan melahirkan Kebahagiaan

Ini Dimana Saat saya mengikuti seminar di salah satu Universitas di Kalimantan, Saya menjadi Peserta, dan Penuh sekali Untuk mendengarkan Motivasi dari seminar Bapak Dr. Ir. Abdul Basith.

Ada satu kutipan yang beliau sampaikan, "Binaragawan yang berbadan seperti ini (memperlihatkan sosok Ade Rai) apakah diam saja, tidak Di Berlatih terus menerus, dan dengan barbel yang kecil hingga barbel yang berat, Begitu pun Jika Ingin sukses, Berlatihnya ya dengan usaha, Barbelnya ya Beban kita, bagaimana kita harus bisa mengangkat barbel, atau melewati beban itu." itu ujarnya.

Beban yang dimaksud adalah seperti penolakan, kemunduran, dan lain sebagainya. tapi dengan beban seperti kita menjadi lebih tahu bahwa bagaimana jalan kita selanjutnya, pengalaman yang mengajarkan segalanya. Umur pun bukan masalah karena Pak Sanders pendiri KFC pun beliau saat itu berumur enam puluh lima tahun. Semangatlah....

Beliau (Pak Abd. Basith) juga menekankan bahwa jika ingin sukses, selain berusaha juga harus peduli dengan sesama, itu yang saya kagumi dari beliau, apalagi saat beliau memperlihatkan Profil pengusaha sukses dari nol hingga mereka bisa menjadi orang besar, itu bukan dengan cara instan tapi dengan Usaha dan peduli sesama.  Ya paling baik itu adalah peduli dengan sesama, entah dengan cara kita sendiri, seperti bersedekah, merawat anak yatim, menolong sesama, atau dengan cara yang lain.

Jadi lah orang baik, dan peduli, Bukan menjadi orang baik untuk dirinya sendiri. Careful..

Saya menulis ini bukan untuk menggurui tapi untuk berbagi, saya juga Pembelajar, Biarkan kita salig belajar, Saya pun bukan orang yang pandai termasuk dalam hal menulis, saya menulis dengan semua cara saya. Walau pun tidak seindah penulis blog lainnya. tapi Saya hanya ingin membagikan pengalaman saya.




salam Penulis Bayangan 2004

 

WANITA DENGAN SENYUM INDAH

Ibarat Bunga yang tumbuh dan mekar, begitu saat aku mencintai mu, entah kenapa aku tidak bisa berpikir normal, selalu dirimu yang aku pikirkan. Tiap saat di dalam doa ku sisipkan namamu agar Tuhan selalu menjaga mu dan mengasihi mu. Aku bingung untuk harus mulai darimana saat ingin bicara dengan mu, rasa ini akan kah selalu ku simpan, Ah... aku tak sanggup aku harus mulai walau pun aku harus bersabar jika hasilnya tidak seperti yang aku inginkan..

Aku mencoba untuk selalu memperhatikannya, selalu ada walau tidak dia butuhkan, tapi tahukah  wanita dengan senyum indah, rasa ini sudah tak tahan lagi untuk ku simpan.

Aku memulai dengan canda tawa, lalu setelah itu aku menembaknya,  dan tak ku sangka dia memang menolakku. Lalu semula bunga ini mekar menjadi perlahan layu tak ada yang memberikannya pupuk semangat lagi. Dan aku harus bersabar, dan mulai berbenah diri lagi mungkin memang aku tidak pantas.

Aku selalu merasa Bodoh saat dimana Aku masih menyayanginya walau aku sudah tahu Sayangnya bukan untuk ku, aku selalu menunggu, dan akhirnya selalu menunggu hingga aku lelah, jenuh dan hilang harapan untuk bertahan lagi. Menunggu yang tak pasti, membuang waktu ku untuk mendapatkan sesuatu yang pasti.

Hey.. Wanita dengan Senyum Indah, Biarkan aku belajar lagi, agar bisa berbenah diri untuk jauh lebih baik, aku tak bisa menunggu mu terlalu lama, bukan karena aku tak sayang lagi, tapi harus berapa lama aku menunggu, sampai aku mati. Oh tidak.. Aku bukan Orang yang menunggu ketidakpastian, aku menunggu karena aku memberikan waktu agar kau paham bukan untuk menunggumu hingga diriku seperti orang bodoh yang tak tahu harus kemana lagi.

Dan Seperti yang kau ucapkan pada ku, "Biarkan aku dengan jalanku dan kamu dengan jalan mu, Kalau memang kita jodoh, Tuhan pasti akan memasangkan kita lagi." 

Terimakasih..